Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPS



Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPS

Deskripsi

Buku ini membahas tentang Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPS. Saya sebagai guru sangat memahami bagaimana beban kerja peserta didik saat ini semakin berat. Karena nyatanya masing-masing guru menuntut berbagai tagihan kompetensi yang harus dikerjakan secara mandiri oleh peserta didik.

Pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi dapat menjadi solusi agar peserta didik berkurang beban kerjanya serta tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran secara keseluruhan.

Tentunya, pada pelaksanaannya perlu terjalin komunikasi antar guru mata pelajaran, peserta didik dan juga kebijakan dari pihak sekolah untuk mendukung terlaksananya pemeblajaran kolaborasi.

Penyusunan buku ini mengikuti struktur sebagai berikut. Pada bab pertama, terdapat pendahukluan yang berisi latar belakang, tujuan dan ruang lingkup penulisan buku. Pada bab kedua berisi konsep pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi rumpun IPS. Disini, dijabarkan tentang konsep pembelajaran, onsep penilaian, pemeblajaran serta penilaian proyek kolaborasi antarmata pelajaran pada rumpun IPS.

Selanjutnya pada bab ketiga, diuraikan perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi proyek kolaborasi. Pada akhir buku dilampirkan contoh-contoh proyek kolaborasi mata pelajaran pada rumpun IPS.

Naskah Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPS

Para pengunjung Blog Pak Ipung dapat mengunduh dokumen ini secara mudah melalui tautan berikut

======================
Download
======================

Pengarah
Suhartono Arham

Penanggungjawab
Hastuti Mustikaningsih

Penulis
Apon Purnamasari
Santy Kurnia Dewi
Ni Gusti Putu Ayu Sakinah

Editor
Hestiana Dewi

Kontributor
Sri Nur Mulyati
Fitri Sekar Lestari
Tuni Rahayu

Desain
Arso Agung Dewantoro

Penerbit
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Jalan R.S. Fatmawati Cipete, Jakarta Selatan
sma.kemdikbud.go.id

Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPA

pan pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi antarmata pelajaran rumpun ipa

Panduan Pembelajaran dan Penilaian Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran pada Rumpun IPA

Deskripsi

Buku panduan ini membahas tentang pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi antarmata pelajaran pada rumpun IPA jenjang SMA. Pada praktiknya, untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran kolaborasi, maka diperlukan komunikasi antar guru mata pelajaran, peserta didik, dan kebijakan sekolah  Hal ini dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sekali bagi peserta didik baik. Tentunya, keuntungan dari segi waktu, pemahaman konsep, maupun menghubungkan materi antarmata pelajaran.

Pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi merupakan solusi terhadap beban peserta didik yang semakin berat dan melelahkan karena tagihan kompetensi yang harus dikerjakan secara mandiri dari masing-masing guru mata pelajaran.

Adapun bagi guru, akan bertambahnya wawasan untuk saling mengaitkan materi dengan mata pelajaran yang lain yang tidak diampunya. Sehingga akan mewujudkan keuntungan model pembelajaran kolaborasi, yaitu diantaranya akan menumbuhkan kreativitas dan inovasi baik bagi guru mata pelajaran maupun siswa itu sendiri.

Pada panduan ini terlebih dahulu dijabarkan konsep pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi rumpun IPA, kelebihan dan kelemahan pembelajaran proyek kolaborasi serta implementasi pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi rumpun IPA.

Dimulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan penilaian serta monitoring dan evaluasi proyek kolaborasi.

Naskah Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antar Mapel di SMA

Anda dapat mendownload secara mudah dokumen Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antar Mapel di SMA ini melalui tautan berikut.

Download

Pengarah
Suhartono Arham

Penanggungjawab
Hastuti Mustikaningsih

Penulis
I Putu Sudibawa
H. Satiri
Muhammad Noor Ginanjar Jaelani

Editor
Linda Lusiana Cahya Wibawa

Kontributor
Muhammad Firdaus
Cece Sutia

Desain
Arso Agung Dewantoro

Penerbit
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Jalan R.S. Fatmawati Cipete, Jakarta Selatan
sma.kemdikbud.go.id

Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antar Mapel di SMA

 

Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antarmata Pelajaran di SMA

Deskripsi

Pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi antarmata pelajaran di SMA dibahas dalam buku panduan ini. Pada praktiknya, untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran kolaborasi, maka diperlukan komunikasi antar guru mata pelajaran, peserta didik, dan kebijakan sekolah  Hal ini dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sekali bagi peserta didik baik. Tentunya, keuntungan dari segi waktu, pemahaman konsep, maupun menghubungkan materi antarmata pelajaran.

Adapun bagi guru, akan bertambahnya wawasan untuk saling mengaitkan materi dengan mata pelajaran yang lain yang tidak diampunya. Sehingga akan mewujudkan keuntungan model pembelajaran kolaborasi, yaitu diantaranya akan menumbuhkan kreativitas dan inovasi baik bagi guru mata pelajaran maupun siswa itu sendiri.

Naskah Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antar Mapel di SMA


Anda dapat mendownload secara mudah dokumen Panduan Pembelajaran dan Penilaian Projek Kolaborasi antar Mapel di SMA ini melalui tautan berikut.


Pengarah
Suhartono Arham

Penanggungjawab
Hastuti Mustikaningsih

Penulis
I Putu Sudibawa
H. Satiri
Muhammad Noor Ginanjar Jaelani

Editor
Linda Lusiana Cahya Wibawa

Kontributor
Muhammad Firdaus
Cece Sutia

Desain
Arso Agung Dewantoro

Penerbit
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Jalan R.S. Fatmawati Cipete, Jakarta Selatan

Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)

Ukuran sudut derajat dan radian

Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) -  Untuk menentukan besar suatu sudut, ada dua ukuran yang dapat digunakan dan ini berlaku pada umumnya, yaitu yang pertama satuan derajat dan yang kedua satuan radian. Untuk menyatakan simbol derajat kita dapat menggunakan tanda “o” dan “rad” untuk symbol radian.

Pengertian Sudut

Kita dapat dengan mudah memahami konsep sudut dengan cara mengamati ujung sebuah meja, pojok sebuah pintu, atau jendela yang ada di sekitar kita. Mengapa? Karena bentuk-bentuk yang disebutkan tersebut adalah salah satu contoh gambaran tentang konsep sudut.

Suatu sinar dapat membentuk suatu sudut yang diputar pada pangkal sinar. Misalkan terdapat sudut ABC, sudut ABC terbentuk dari BC yang diputar dengan pusat B sehingga BC berputar sampai BA.

Kaki sudut dibentuk oleh ruas garis BA dan BC, sedangkan titik sudut merupakan pertemuan kaki-kaki sudut itu. Daerah ABC dapat kita sebut sebagai daerah sudut, yaitu daerah yang dibatasi oleh kaki-kaki sudut dan ke depannya daerah sudut ABC dapat kita sebut sebagai besar sudut ABC.

Pada akhirnya, dapat diambil kesimpulan bahwa sudut adalah suatu daerah yang terbentuk dari pertemuan dua buah sinar atau dua buah garis lurus.

Ukuran Sudut

Secara singkat, satu putaran penuh itu apabila diubah ke dalam satuan derajat nilainya sama dengan 360o, atau 1o didefinisikan sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh 1/360 kali putaran.

Satu radian itu memiliki pengertian sebagai besar ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari. Bagaimana panjang bususr tidak sama dengan jari-jari, maka cara menentukan besar sudut dalam satuan radian dapat dihitung dengan menggunakan perbandingan:

Terdapat hubungan antara satuan derajat dengan satuan radian, yaitu dikatakan 1 putaran sama dengan 2π rad. Oleh sebab itu, berlaku :

Berdasarkan persamaan yang telah ditulis, kita dapat mengatakan bahwasanya konversi a derajat ke radian derajat adalah dengan cara mengalikan a x π/180 sedangkan mengalikan a x 180/π merupakan konversi dari radian ke satuan derajat.

Di dalam materi trigonometri, terdapat beberapa sudut (sudut istimewa) yang sering digunakan dan sangat beranfaat untuk mempelajari topik trigonometri. Berapa saja ukuran sudut-sudut istimewa tersebut? Bagaimana bentuk konversi terhadap radian? Berikut saya tuliskan di bawah ini.

0 dikonversikan ke radian menjadi 0 rad

30 dikonversikan ke radian menjadi π/6 rad

45 dikonversikan ke radian menjadi π/4 rad

60 dikonversikan ke radian menjadi π/3 rad

90 dikonversikan ke radian menjadi π/2 rad

120 dikonversikan ke radian menjadi 2π/3 rad

135 dikonversikan ke radian menjadi 3π/4 rad

150 dikonversikan ke radian menjadi 5π/6 rad

180 dikonversikan ke radian menjadi π rad

210 dikonversikan ke radian menjadi 7π/6 rad

225 dikonversikan ke radian menjadi 5π/4 rad

240 dikonversikan ke radian menjadi 4π/3 rad

270 dikonversikan ke radian menjadi 3π/2 rad

300 dikonversikan ke radian menjadi 5π/3 rad

315 dikonversikan ke radian menjadi 7π/4 rad

330 dikonversikan ke radian menjadi 11π/6 rad

360 dikonversikan ke radian menjadi 2π rad

Di dalam Buku Siswa, dituliskan bahwa sudut merupakan hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side) dan definisi ini ditinjau dari kajian geometris. Apabila arah perputarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam maka tanda dari sudut tersebut adalah positif.

Apabila arah perputarannya searah dengan arah perputaran jarum jam maka tanda dari sudut tersebut adalah negatif. Selain itu, arah perputaran sudut dapat kita cek pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal.

Sudut standar (baku) adalah jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius. Disebut dengan pembatas kuadran apabila sisi akhir suatu sudut berada pada salah satu sumbu pada koordinat seperti sudut 0, 90, 180, 270, dan 360.

Untuk menyatakan suatu sudut, biasanya kita akan menggunakan huruf-huruf Yunani, seperti : alpha, betha, atau gamma. Atau kita juga bisa menggunakan huruf-huruf capital seperti A, b, C, atau D. Terdapat istilah lain di dalam materi sudut, yaitu ada yang disebut dengan sudut koterminal, misalnya suatu sudut dihasilkan sebesar A maka sisanya yaitu sudut B disebut sudut koterminal.

Demikian postingan terkait Ukuran Sudut (Derajat dan Radian). Jika materi di atas kurang dipahami karena berbagai faktor saya anjurkan untuk melihat langsung Buku Guru maupun Buku Siswa Matematika Kelas 10. Terima kasih telah membaca sampai tuntas.

PERJALANAN SELAMA MENEMPUH CALON GURU PENGGERAK

guru penggerak blog pak ipung

Perjalanan Selama Menempuh Calon Guru Penggerak - Assalamu'alaikum, selamat pagi para pengunjung Blog Pak Ipung di mana saja berada. Apa kabarnya hari ini? Saya do'akan semoga sehat selalu, tambah rejekinya dan barokah. Pada kesempatan kali ini, setelah beberapa waktu tidak memposting di blog ini, saya akan menuliskan berbagai cerita terkait perjalanan saya dalam mengikuti Calon Guru Penggerak.

Perjalanan tersebut dimulai dari tahapan seleksi yang menurut saya dilaksanakan secara ketat, sulit dan intensif dalam 2 tahap yaitu seleksi I (pembuatan CV, essay dan Tes Bakat Skolastik) dan seleksi II (simulasi mengajar dan wawancara) sampai akhirnya pada pengumuman akhir. Beberapa postingan mungkin nantinya banyak pengeditan setelah proses posting, sebab saya ingin menyajikan postingan yang utuh sebagai bentuk rasa syukur saya berhasil lolos menjadi calon guru penggerak.

Ya, saat ini saya masih CGP, sebab perjalanan sesungguhnya baru saja saya mulai untuk sembilan bulan ke depan. Pelatihan yang gak main-main. Biasanya saya mengikuti pelatihan paling lama seminggu. Ini tidak tanggung-tanggung, 9 bulan. Dan setelah lokakarya perdana, saya baru mengetahui, ada alasan tertentu mengapa pelatihan ini dilaksanakan selama 9 bulan.

Seleksi guru penggerak yang saya jalani diadakan dalam dua tahap. Tahap pertama yaitu pendaftaran dan registrasi peserta yang dilaksanakan pada 22 Maret - 24 April 2021. Kebetulan pada waktu itu, saya mendaftar pada tanggal 19 April 2021. Pada tahap ini, saya sebagai calon peserta melakukan pengisian biodata, mengisi surat rekomendasi dari kepala sekolah, dan surat izin dari kepala sekolah. Selain itu, saya juga mengisi essai, mengunggah dokumen, dan mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS).

Salam Bahagia, Guru Penggerak, Merdeka Belajar !!!

Bersambung ...

BANK SOAL MATEMATIKA SMA

bank soal matematika sma

Bank Soal Matematika SMA - Selamat pagi para pengunjung Blog Pak Ipung di mana saja berada. Pada kesempatan kali ini saya akan memposting terkait Bank Soal Matematika SMA.

Adapun maksud saya membuat postingan ini, agar ada semacam arsip terkait soal-soal Matematika SMA. Tentu saya sebagai guru sangat membutuhkan sekali soal-soal sebagai bahan evaluasi di sekolah. Selain itu, dikarenakan sumber soal ini tersebar di internet, maka saya kumpulkan di sini dengan harapan Bapak/Ibu yang membutuhkan tidak sulit untuk menemukannya.

Para pemilik soal ini dicantumkan dalam setiap filenya, jadi jika ingin memberikan apresiasi terhadap para penyusun, silakan Bapak/Ibu bisa mengunjungi blog yang bersangkutan.

Soal-soal yang saya unggah terdiri dari soal-soal untuk Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Seemster (PAS), Penialian Akhir Tahun (PAT) bahkan ada soal-soal yang pernah digunakan untuk Ujian Nasional (UN).

Kekurangan dari file-file ini adalah belum dicantumkannya soal-soal yang cocok digunakan untuk latihan AKM. Insyaallah ke depannya saya akan melengkapi dengan soal-soal tersebut. Mohon do'anya dari semuanya.

Berikut Bank Soal Matematika SMA yang dapat Bapak/ibu download di bawah ini.

Bank Soal Matematika SMA Prog. IPS

Big Bank Soal UN Matematika SMP 1992-2012

Kumpulan Soal-soal Matematika

Pembahasan Soal UN Matematika 2009/2010

Panduan Soal SMA Matematika IPS 2008

Rangkuman Soal-soal Ujian Nasional Program IPS

Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPS tahun 2008

Soal Per Indikator UN 2012 Program IPA

Soal Prediksi Ujian Nasional Program IPS Tahun 2015

Soal TPHBS Matematika IPS

UN Matematika SMP 2010

UN Matematika SMA IPA 2010

UN Matematika SMK 2010

UN Matematika SMP Materi Statistika 2010

Demikian postingan saya terkait Bank Sola Matematika SMA. Terimakasih sudah berkunjung dan nantikan juga postingan-postingan saya selanjutnya. Sukses semuanya. Salam.



CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA KELAS 10 TENTANG SPLTV

Contoh Soal SPLTV


Contoh Soal dan Pembahasan Matematika Kelas 10 tentang SPLTV - Selamat sore semuanya, barusan ada anak didik yang menanyakan tentang soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dengan menggunakan metode substitusi.

Berikut soalnya seperti dituliskan di bawah ini.

Masalah 1

Pada sebuah toko buku, Rana membeli alat-alat tulis berupa 4 buku, 2 pulpen, dan 3 pensil dengan harga Rp 26.000,00. Lisa membeli 3 buku, 3 pulpen, dan 1 pensil dengan harga Rp 21.000,00. Nina membeli 3 buku dan 1 pensil dengan harga Rp 12.000,00. Jika Raya membeli 2 pulpen dan 3 pensil maka berapakah harga yang harus dibayar oleh Raya? Selesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan langkah-langkah pada metode substitusi !

Kemudian saya mencoba membimbing siswa saya tersebut meskipun melalui chat Whatsapp. Pastinya secara perlahan dan langkah per langkah. Berikut rangkuman pembahasannya dan jika merasa bertele-tele mohon maaf sebelumnya. Maklum, siswa saya tersebut harus detail dalam penjelasannya.

Pembahasan :

Misalkan :

Sebuah buku = x

Sebuah pulpen = y

Sebuah pensil = z

Diperoleh bentuk SPLTV

Rana => 4x + 2y + 3z = 26.000 … (1)

Lisa => 3x + 3y + z = 21.000 … (2)

Nina => 3x + z = 12.000 … (3)

Ambil persamaan (2) kemudian ubah menjadi bentuk :

3x + 3y + z = 21.000

z = 21.000 – 3x – 3y … (4)

Setelah itu, substitusikan z = 21.000 – 3x – 3y ke persamaan (1), menjadi :

4x + 2y + 3z = 26.000

4x + 2y + 3(21.000 – 3x – 3y) = 26.000

4x + 2y + 63.000 – 9x – 9y = 26.000

-5x – 7y = 26.000 – 63.000 

-5x – 7y = -37.000

5x + 7y = 37.000 … (5)

Selanjutnya, substitusikan z = 21.000 – 3x – 3y ke persamaan (3), menjadi :

3x + z = 12.000

3x + 21.000 – 3x – 3y = 12.000

-3y = 12.000 – 21.000

-3y = -9.000

3y = 9.000

y = 3.000

Ambil persamaan (5), yaitu : 5x + 7y = 37.000, kemudian substitusikan y = 3.000 ke persamaan (5) tersebut, menjadi :

5x + 7y = 37.000

5x + 7(3.000) = 37.000

5x + 21.000 = 37.000

5x = 37.000 – 21.000

5x = 16.000

x = 3.200

Diperoleh x = 3.200 dan y = 3.000, maka substitusikan ke persamaan :

z = 21.000 – 3x – 3y

z = 21.000 – 3(3.200) – 3(3.000)

z = 21.000 – 9.600 – 9.000

z = 2.400

Atau diperoleh :

Harga 1 buku = 3.200

Harga 1 pulpen = 3.000

Harga 1 pensil = 2.400

Kemudian, di dalam soal diceritakan bahwa Raya membeli 2 pulpen dan 3 pensil maka :

2(3.000) + 3(2.400) = 6.000 + 7.200 = 13.200

Kesimpulan :

Raya harus membayar sebesar Rp. 13.200 untuk membeli 2 pulpen dan 3 pensil.

Mudah-mudahan penjelasannya bermanfaat. Jika ada pembahasan soal lagi terkait Contoh Soal dan Pembahasan Matematika Kelas 10 tentang SPLTV insyaallah saya posting lagi di bagian ini. Terima kasih sudah berkunjung dan salam.

CONTOH SOAL PTS MATEMATIKA KELAS 10 SEMESTER GANJIL


Assalamu'alaikum para pengunjung Blog pak Ipung di mana saja berada. Bagaimana kabar sahabat semuanya? Mudah-mudahan sahabat semua ada di dalam kesehatan dan tetap semangat di dalam mengerjakan segala aktivitas hariannya.

Tidak terasa, saat ini kita sudah menginjak Bulan September. Ada apa dengan Bulan September? Hehe, yah di bulan ini bagi Bapak/Ibu Guru merupakan bulan penilaian, yaitu Penilaian Tengah September (PTS).

Pada postingan kali ini, saya ingin menuliskan tentang Contoh Soal PTS Matematika Kelas 10 Semester Ganjil yang akan saya gunakan pada penyelenggaraan PTS pekan depan. Pelaksanaan PTS di sekolah saya sudah menggunakan PTM Terbatas.

Contoh Soal PTS Matematika Kelas 10 Semester Ganjil ini saya susun sebagai bahan latihan peserta didik dalam menghadapi PTS. Sebab, tanpa latihan yang intens, tentu peserta didik akan mengalami kesulitan ketika menghadapi PTS.

Bagi Bapak/ibu bisa dijadikan sumber soal dan disesuaikan saja dengan kondisi peserta didik di tempat Bapak/Ibu mengajar. selain itu, saya juga menyajikan perangkat dalam penyusunan PTS. Mudah-mudahan bermanfaat dalam meringkankan tugas Bapak/Ibu di sekolahnya masing-masing.

Contoh Soal PTS Matematika Kelas 10 Semester Ganjil ini terdiri dari materi sebagai berikut :

1. Konsep Nilai Mutlak

2. Grafik Fungsi Nilai Mutlak

3. Persamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel

4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak linear Satu Variabel

5. Menyusun dan Menemukan Konsep Persamaan Linear Tiga Variabel

6. Penyelesaian SPLTV dengan Menggunakan Metode Substitusi

7. Penyelesaian SPLTV dengan Menggunakan Metode Eliminasi

Soal ini terdiri dari 20 (dua puluh) contoh soal, yang soal-soalnya berkaitan dengan materi seperti yang disusun di atas. Bapak/Ibu bisa menyesuaikan karakteristik jenis soalnya, LOTSnya berapa persen, HOTSnya berapa persen, dan sebagainya.

Berikut Contoh Perangkat Soal PTS Matematika Kelas 10 Semester Ganjil yang saya daftarkan di bawah ini.

Kisi-kisi Soal 

Kartu Soal

Naskah Soal

Kunci Jawaban

Demikian yang dapat saya postingan pada kesempatan kali ini berkaitan dengan Contoh Soal PTS Matematika Kelas 10 Semester Ganjil. Saya hanya berharap, postingan ini banyak manfaatnya dan jika ada hal-hal yang belum sesuai saya menerima segala masukan dari para pengunjung.

Terima kasih telah berkunjung dan sukses terus bagi kita semua.

FLIPPED CLASSROOM, SOLUSI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ), MAU COBA?



Flipped Classroom, Solusi Efektifitas Pembelajaran Jarak jauh (PJJ), Mau Coba? Halo, para pengunjung Blog pak Ipung di mana saja berada. Bagaimana kabarnya Anda semuanya hari ini?

Pada postingan kali ini, saya akan menuliskan sedikit artikel yang berhubungan dengan model pembelajaran yang saya amati sangat cccok digunakan pada masa Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) yang sedang berjalan. Meskipun sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan Pembelajaran tatap Muka (PTM) terbatas. Mode apa itu ? Yuk disimak penjelasannya dibawah ini.

Pada tahun 2019 wabah virus yang bernama Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) muncul di negara Tiongkok dan menyebar ke seluruh dunia. Sumber penularan kasus Covid 19 masih belum diketahui pasti, tetapi pertama dikaitkan pasar ikan di Wuhan tanggal 18-29 Desember terdapat lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS).

Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya 44 kasus. Tidak sampai satu bulan, penyakit ini telah menyebar diberbagai provinsi lain di Tiongkok, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

Di negara Indonesia sendiri, Covid-19 pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Di awal bulan Maret 2020 saat itu juga ada intruksi pemerintah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk proses pembelajaran secara lansung dihentikan.

Pendidikan yang mulanya berbasis tradisional dimana guru dan peserta didik melaksanakan pembelajaran di kelas, kini harus terhenti dan dialihkan pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik dengan metode dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

SMAN 16 Garut sebagai sekolah tepat saya mengajar, sama halnya seperti sekolah lain, akibat situasi pandemi Covid-19 saat ini, harus melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dalam bentuk daring atau PJJ.

Pada pelaksanaannya yang saya amati di tempat mengajar, PJJ menimbulkan banyak kesulitan baik dari sisi siswanya maupun dari sisi Bapak/Ibu Guru. Terutama bagi guru yang masih belum terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajarannya.

Pertama mereka harus beradaptasi dulu dengan alat teknologinya dan kedua harus terjadi pembiasaan yang terus menerus. Sehingga sebuah pembelajaran yang bermutu dan esensial sulit untuk dijalankan. 

Beberapa guru yang cakap terhadap penggunaan teknologi kekinian, saya amati hanya mengandalkan aplikasi chatting Whatsapp Group dalam melaksanakan proses transfer ilmunya yang lama kelamaan akan sangat membosankan bagi siswa. Mengapa? Ya, hal itu bisa saja terjadi karena tidak adanya kehadiran seorang guru secara langsung dalam suasana pembelajarannya.

Memang penggunaan aplikasi chatting tersebut sangat memudahkan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan PJJ secara daring, mereka tidak perlu mendaftarkan akun, tidak perlu lihat fitur-fitur khusus untuk mengakses bahan ajar maupun penilaian. Namun, hal tersebut menurut hemat saya tidak sesuai peruntukannya. 

Seperti yang termaktub dalam UU Nomor 14 Tahun 2015, kita ketahui bahwa seorang guru itu memiliki tugas yang sangat mulia dan merupakan pendidik dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Guru harus memiliki sikap profesionalisme yang maksimal, sehingga ketika guru tersebut mendidik peserta didik maka akan menghasilkan generasi yang mampu bersaing dan berakhlak mulia.

Mengapa saya merekomendasikan metode flipped classroom sebagai solusi efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ)? Hal ini perlu saya uraikan terlebih dahulu penyebab yang timbul di tempat saya mengajar sebagai latar belakangnya. Saya simpulkan berdasarkan apa yang saya amati dan hasil diskusi kecil-kecilan dengan rekan sejawat lainnya.

Saya yang ditugaskan sebagai guru mencoba melakukan scanning terkait masalah muncul dengan mengamati lingkungan, kultur, manajemen, serta hal-hal lain terkait kondisi yang terdapat di unit kerja, serta melakukan diskusi dengan rekan kerja.

Setelah melakukan scanning dan diskusi dengan stakeholder yang ada, saya menemukan beberapa masalah yang diperoleh dan sangat perlu dicari penyebab masalahnya.

Adapun masalah yang saya temukan, diantaranya :

1. Guru belum terampil dalam membuat video pembelajaran untuk bahan PJJ.

Hanya beberapa guru yang sudah terampil dalam membuat video pembelajaran untuk bahan PJJ

Seluruh guru terampil dalam membuat video pembelajaran untuk bahan PJJ

2. Kurang efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Mata Pelajaran Matematika.

Dalam refleksi yang dilakukan pihak sekolah, peserta didik mengharapkan guru lebih kreatif lagi dalam memberikan materi kepada peserta didik agar tidak merasa jenuh dan bosan pada saat PJJ.

Guru lebih kreatif lagi dalam memberikan materi kepada peserta didik agar tidak merasa jenuh dan bosan pada saat PJJ.

3. Guru kesulitan dalam mendeteksi plagiarisme dalam pengerjaan tugas siswa.

Jawaban tugas siswa sering sama satu sama lain, sehingga dicurigai mereka melakukan plagiat dalam pengerjaan tugas. Hal ini mempengaruhi nilai siswa yang kurang akurat atau tepat.

Plagiarisme dalam pengerjaan tugas siswa dapat terdeteksi sehingga membangun sikap siswa yang jujur, mandiri dan bertanggung jawab

4. Kurangnya kepedulian peserta didik dalam pengumpulan penugasan harian

Rendahnya partisipasi siswa dalam pengumpulan penugasan harian padahal tugas yang diberikan merupakan level C1-C3.

Peserta didik aktif dalam pengumpulan penugasan harian jika terjadi kendala segera mereka memberitahukan kepada guru terkait kendala yang mereka hadapi.

5. Sekolah belum memiliki website dalam mendukung PJJ peserta didik

Website sekolah tidak bisa diakses sehingga informasi ke publik menjadi terhambat

Website sekolah yang dapat diakses dan terbitnya konten-konten pembelajaran yang mendukung PJJ secara kontinyu.

Saya menetapkan prioritas masalah yang menjadi fokus dan segera diselesaikan, yaitu “Kurang efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Mata Pelajaran Matematika”.

Apabila masalah tersebut tidak cepat diselesaikan akan berdampak pada hal-hal di bawah ini.

1. Pembelajaran jarak jauh menjadi monoton.

2. Menurunnya motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

3. Capaian hasil belajar peserta didik akan menurun

4. Kurangnya partisipasi siswa dalam mengumpulkan tugas karena pembelajaran yang ia terima tidak mampu memahamkan sehingga membuat siswa tidak mengerjakan tugas, dan

5. Ketuntasan belajar peserta didik menjadi rendah.

Selain dilakukan identifikasi masalah dari di lingkungan kerja, pada rancangan ini juga turut dilakukan fishbone analysis untuk mengetahui penyebab masalah yang telah ditetapkan. Alexandra (2019) menjelaskan bahwa Fishbone Analysis atau yang sering disebut juga Cause Effect Diagram merupakan sebuah metode yang digunakan untuk membantu memecahkan masalah yang ada dengan melakukan analisis sebab dan akibat dari suatu keadaan dalam sebuah diagram yang terlihat seperti tulang ikan.

Kelebihan Fishbone diagram adalah dapat menjabarkan setiap masalah yang terjadi dan setiap orang yang terlibat di dalamnya dapat menyumbangkan saran yang mungkin menjadi penyebab masalah tersebut. Maka dari itu, akan dijabarkan 4 faktor yaitu: man (tenaga kerja), method (metode atau proses), material (termasuk bahan dan informasi), dan environment (lingkungan).

Guru yang hebat adalah guru yang mampu mengubah mindset dan menepis anggapan bahwa matematika itu sulit dipelajari.

Dalam hal ini penulis mengajukan gagasan penyelesaian masalah di atas dengan menerapkan metode pembelajaran flipped classroom pada mata pelajaran matematika siswa kelas X.

Bergmann & Sams (2012) berpendapat bahwa pada dasarnya konsep flipped classroom adalah membalik aktivitas pembelajaran, yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas.

Peserta didik membaca materi, menonton video pembelajaran sebelum mereka datang ke kelas dan mereka mulai berdiskusi, bertukar pengetahuan, menyelesaikan masalah, dengan bantuan siswa lain maupun guru, melatih siswa mengembangkan kefasihan prosedural jika diperlukan, inspirasi dan membantu mereka dengan proyekproyek yang menantang dengan memberikan kontrol belajar yang lebih besar.

Pada pendekatan baru ini, peserta didik menonton video yang berubungan dengan materi yang dipelajari dan mempersiapkan pertanyaan atau permasalahan yang tidak mereka mengerti.

Pada saat di kelas, peserta didik berperan dalam kegiatan aktif, seperti problem solving (individu atau grup), diskusi atau kegiatan kelompok. Kemajuan teknologi saat ini membuat guru lebih mudah menerapkan konsep flipped classroom.

Video penjelasan materi pembelajaran saat ini tersedia secara online, menjadikan teknologi ini lebih umum di dunia pendidikan dan pengajar pun tidak perlu mempersiapkan video pembelajaran, namun bisa dengan mudah mengunggah dari internet, misalnya Youtube, Khan Academy, dll.

Menurut Bergmann & Sams (dalam Mutmainah, 2019) metode flipped classroom memiliki kelebihan, yaitu: (a) menjawab tantangan peserta didik masa kini; (b)membantu peserta didik yang memiliki banyak kegiatan di luar sekolah; (c) membantu peserta didik yang mau berusaha untuk memahami materi belajar; (d) membantu semua peserta didik untuk menjadi yang terbaik;

(e) memungkinkan peserta didik untuk mengendalikan “pendidik”; (f) meningkatkan interaksi antara peserta didik dengan pendidik; (g) memungkinkan pendidik memahami peserta didik lebih baik lagi; (h) meningkatkan interaksi antar peserta didik; (i) memungkinkan fasilitasi terhadap perbedaan karakteristik peserta didik; (j) mengubah manajemen kelas;

(k) mengubah cara pendidik berkomunikasi dengan orangtua; (l) mengedukasi orangtua; (m) membuat kelas menjadi terbuka, dapat diakses oleh siapa saja; (n) merupakan teknik yang baik untuk digunakan ketika pendidik tidak dapat hadir di kelas.

Dengan keunggulan-keunggulan metode flipped classroom yang sudah dipaparkan, maka saya memilih menggunakan metode ini dalam upaya memecahkan permasalahan PJJ di SMA Negeri 16 Garut.

Adapun kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, yaitu:

1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),

2. Membuat bahan ajar matematika berbasis PDF,

3. Mencari, menemukan dan memilih konten digital berbentuk video Youtube dan Instagram yang relevan,

4. Membuat kelas maya menggunakan aplikasi Google Classroom

5. Melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan metode Flipped Classroom,

8. Melaksanakan penilaian harian berbasis online.

Saya berharap semoga uraian di atas mampu menambah wawasan kita semua untuk melaksanakan pemeblajaran dengan metode yang tepat. Sehingga dalam memfasilitasi proses belajar mengajar bersama para siswa di kelas berjalan dengan apa yang diharapkan.

Selain itu diharapkan dengan adanya bahasan ini, kita semakin kaya akan pendekatan-pendekatan baru dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) yang lebih optimal.